7 Saham Big Cap Ini Topang IHSG yang Menguat 5 Hari Beruntun

7 Saham Big Cap Ini Topang IHSG yang Menguat 5 Hari Beruntun

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup cerah pada akhir perdagangan Rabu (26/7/2023), jelang pengumuman keputusan suku bunga terbaru bank sentral Amerika Serikat (AS).

Hingga akhir perdagangan hari ini, IHSG menguat 0,44% ke posisi 6.948,279. IHSG masih bertahan di level psikologis 6.900.

Secara sektoral, sektor energi kembali menjadi penopang terbesar IHSG pada perdagangan hari ini, yakni sebesar 1,76%. Selain sektor energi, ada sektor infrastruktur yang juga menjadi penopang IHSG yakni sebesar 1,27% dan sektor keuangan sebesar 0,7%.

Selain itu, beberapa saham turut menjadi penopang IHSG, sehingga indeks bursa saham acuan Tanah Air tersebut berhasil menghijau kembali.

Berikut saham-saham yang menopang IHSG pada perdagangan hari ini.











Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
Bank Central Asia BBCA 13,45 9.350 2,19%
Astra International ASII 4,79 6.600 1,54%
United Tractors UNTR 3,96 26.400 3,94%
Bayan Resources BYAN 2,99 20.975 0,84%
Bank Rakyat Indonesia BBRI 2,72 5.675 0,44%
Bank Mandiri BMRI 2,42 5.575 0,45%
Adaro Energy Indonesia ADRO 2,36 2.500 2,88%

Sumber: Refinitiv

Saham bank raksasa dengan kapitalisasi pasar terjumbo di bursa yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesar IHSG pada hari ini, yakni mencapai 13,4 indeks poin.

Tak hanya BBCA saja, dua saham bank raksasa lainnya juga menjadi penopang IHSG pada hari ini, yakni saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Selain saham bank raksasa, tiga raksasa batu bara juga menjadi market movers atau top movers IHSG pada hari ini, yakni saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).

IHSG kembali menguat pada sesi I hari ini jelang pengumuman keputusan suku bunga terbaru bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

The Fed menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Selasa dan Rabu hari ini (25-26 Juli). Keputusan FOMC akan diumumkan pada hari ini waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, pasar kini melihat ada probabilitas sebesar 98,9% The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 5,25-5,5% pada bulan ini.

Namun, pelaku pasar berekspektasi jika kenaikan suku bunga pada Juli akan menjadi yang terakhir pada tahun ini.

Pasalnya, inflasi AS sudah jauh melandai ke 3% (yoy) pada Juni tahun ini, dari 9,1% (yoy) pada Juni tahun lalu.

Selain itu, ada sentimen positif lainnya, yakni prediksi ekonomi global dari Dana Moneter Internasional (IMF). IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3% pada 2023, dari 2,8% pada proyeksi April.

Proyeksi pertumbuhan global yang lebih tinggi pada tahun ini ditopang oleh pertumbuhan ekonomi di negara maju yang diperkirakan akan lebih baik dan melandainya inflasi.

Namun sayangnya, IMF merevisi ke bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia. Proyeksi pertumbuhan tahun ini tidak berubah yakni tetap di 5,0%. IMF menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,0% pada 2024, lebih rendah dibandingkan proyeksi pada April (5,1%).

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Asing Borong Big Cap, IHSG Mendadak Hijau di Detik Terakhir

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *