Asal Usul Skinhead, Subkultur yang Sempat Dijalani Sinead O’Connor

Asal Usul Skinhead, Subkultur yang Sempat Dijalani Sinead O’Connor

TEMPO.CO, Jakarta – Sebelum wafat sebagai seorang muslimah, Sinead O’Connor dikenal sebagai gadis skinhead. Subkultur yang identik dengan kepala plontos. Asal usulnya bermula di Inggris pada awal 1960-an dan telah berkembang menjadi gerakan sosial dan budaya yang mencakup berbagai ideologi dan gaya hidup.

Salah satu tokoh terkenal yang pernah mengikuti skinhead ini adalah Sinead O’Connor, penyanyi berbakat yang telah mencuri perhatian dunia dengan suara emasnya.

Subkultur skinhead awalnya muncul di Inggris sebagai respon terhadap perubahan sosial dan budaya yang terjadi di negara tersebut pada saat itu.

Dilansir dari Museumyouthculture, Pada awalnya, skinhead adalah kaum muda perkotaan dari berbagai lapisan masyarakat yang berpenampilan gundul, kemeja polo atau kaus bergaya sederhana, celana pendek, serta sepatu bot. Mereka juga sering menonjolkan rasa solidaritas dan persaudaraan melalui kecintaan mereka pada musik ska, rocksteady, dan reggae.

Gerakan skinhead ini berfungsi sebagai bentuk perlawanan terhadap kelas pekerja yang merasa terpinggirkan dalam masyarakat. Mereka menunjukkan identitas mereka dengan penuh kebanggaan, tanpa pandang bulu terhadap latar belakang ras, agama, atau etnis. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa kelompok skinhead beralih ke arah ideologi politik yang ekstrem dan menjadi terlibat dalam kekerasan dan rasisme.

Pada tahun 1970-an, subkultur skinhead mulai menyebar ke luar Inggris, termasuk ke Irlandia. Inilah saat di mana Sinead O’Connor, yang saat itu masih remaja, juga terlibat dalam gerakan ini. Meskipun Sinead kemudian menjadi terkenal sebagai penyanyi dan vokalis dengan kesuksesan besar, ia telah mengakui masa lalunya sebagai skinhead dalam beberapa kesempatan.

Seiring berjalannya waktu, subkultur skinhead terbagi menjadi dua cabang. Terdapat dua arus utama dalam perkembangannya: skinhead tradisional yang tetap setia pada akar musik Jamaika dan toleransi, serta skinhead sayap kanan yang menekankan supremasi kulit putih dan seringkali terlibat dalam tindakan kekerasan.

Sinead O’Connor, seperti banyak orang lain yang dulunya terlibat dalam subkultur skinhead, menyatakan bahwa dia telah meninggalkan pandangan skinhead sayap kanan. Dia bertransformasi menjadi seorang seniman dengan suara yang kuat dan lirik yang berarti. Dalam kariernya, Sinead telah mengangkat berbagai isu sosial dan politik melalui musiknya, seperti perdamaian, hak asasi manusia, dan kesetaraan gender.

Asal usul skinhead adalah contoh nyata dari bagaimana subkultur dapat berkembang dan berubah dari waktu ke waktu. Meskipun awalnya sebagai gerakan yang menghargai keberagaman dan persaudaraan, beberapa kelompok skinhead telah menyesatkan inti dari makna tersebut dengan menyimpang ke arah radikalisme dan kebencian. Namun, ada juga mereka seperti Sinead O’Connor yang telah mampu mengatasi masa lalu mereka dan menggunakan pengalaman itu untuk menciptakan perubahan positif melalui seni dan humanisme.

Pilihan Editor: Irlandia Berduka Atas Kematian Penyanyi dan Aktivis, Sinead O’Connor



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *