Bunker Solusi Platform Analisis Keuangan untuk Perusahaan

Bunker Solusi Platform Analisis Keuangan untuk Perusahaan
Shivam Sinha, Pendiri dan CEO Bunker

Bunker merupakan platform analisis keuangan yang memberikan visibilitas mendalam kepada para eksekutif modern tentang jumlah mereka dengan cepat. Dengan menggunakan Bunker perusahaan menjadi efesien, dapat menghemat biaya serta mengoptimalkan arus kas dengan mengubah ribuan baris yang diabaikan dalam buku besar menjadi keputusan bisnis taktis melalui dasbor intuitif dan laporan bulanan.

Platform ini secara konsisten mengurangi biaya yang telah berhasil menegosiasikan kontrak vendor untuk meningkatkan siklus konversi tunai dan meningkatkan kepercayaan investor dengan visibilitas yang lebih besar atas keuangan mereka. Bunker didukung oleh VC seperti Alpha JWC, January Capital, Northstar Group dan GFC. Malaikat mencakup para eksekutif saat ini dan mantan eksekutif dari Tesla, Uber, Snowflake, dan CloudKitchens, serta perusahaan-perusahaan penentu kategori lainnya

Didirikan oleh Shivam Sinha yang pada saat itu terjadi pandemi COVID-19, membuat ia untuk mengambil data dari sistem akuntasi yang ada dan menganalisisnya secara manual. “Jadi saya harus masuk ke sistem akuntansi, mengunduh semua data ini dan kemudian mulai menganalisisnya secara manual. Kumpulan data tersebut cenderung sangat besar. Sangat sulit untuk menganalisisnya, bahkan dengan pengalaman saya. Jadi ketika saya mencoba memecahkan masalah itu, itulah yang menginspirasi saya untuk membuat Bunker,” jelas Shivam pada wawancara ekslusif beberapa waktu lalu kepada SWA Online.

Pelayanan yang diberikan Bunker berupa sistem akuntansi dan dapat menarik logger umum yang merupakan daftar semua transaksi yang telah dilakukan dalam bisnis mereka selama satu bulan. Kemudian, di dalam Bunker tersedia dashboard dan riwayat laporan yang menjelaskan apa yang terjadi. “Kami juga memiliki anak perusahaan yang bergerang di bidang jasa pembukuan dan perpajakn yang berusat di Indonesia. Jadi ini kombinasi softaware dan laporan dashboard, lalu layanan pembukuan dan pajak,” lanjutnya

Bunker bisa melayani hampir semua negara secara global, tergantung pada sistem akuntansi yang mereka pakai. Jadi kami menggunakan sistem akuntansi seperti SAP, Oracle NetSuite, Xero, QuickBooks. Lalu di Indonesia ada Jurnal dan Akurat. “Kami bekerja dengan kedua software tersebut di Indonesia, karena di sanalah kami pertama kali mengembangkannya. Saat ini, Bunker memiliki pelanggan di Singapura, Indonesia, Filipina, Hong Kong,” terangnya

Perkembangan Bunker di Indonesia bekerja sama dengan anak perusahaan membuat perangkat lunak untuk melayani banyak bisnis seperti pembukuan dan layanan pajak untuk mendapatkan data dari berbagai sistem akuntansi dan dapat melatih perangkat lunaknya agar fleksibel. Respon dari pasar butuh waktu lama untuk mempelajari cara menggunakan sesuatu. Anda harus menonton video YouTube, mungkin Anda harus mengikuti webinar, lalu Anda harus berurusan dengan dukungan pelanggan untuk mempelajari cara melakukan sesuatu. Contohnya seperti Tableau, jika mencoba mempekerjakan seseorang, Anda harus mempekerjakan seseorang yang bersertifikat Tableau.

Namun untuk menggunakan Bunker, tidak memerlukan bersertifikat, tidak perlu belajar apa pun.
Kebanyakan orang mempelajari cara menggunakan produk dalam waktu lima menit hanya dengan mengklik. “Sasaran Bunker di Indonesia kami fokus pada bisnis skala menengah ke atas. Jadi perusahaan medium-size dengan pendapatan tahunan Rp 1 miliar atau lebih,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *