Perjalanan Olivia Regina Membesarkan Aroma Prima Livindo

Perjalanan Olivia Regina Membesarkan Aroma Prima Livindo
Olivia Regina, CEO PT Aroma Prima Livindo

Di tengah gempuran produk kecantikan dan perawatan diri dari luar negeri, Olivia Regina memiliki keyakinan bahwa produk lokal mampu bersaing. Hal ini berbeda dengan 5-10 tahun lalu, ketika banyak masyarakat yang belum percaya dengan parfum buatan lokal dan cenderung memilih melakukan jastip (jasa titip) untuk membeli produk luar.

Olivia telah membuktikannya dengan membesut Morris, merek parfum di bawah naungan PT Aroma Prima Livindo (APL), yang kini menjadi incaran kalangan beauty enthusiast Indonesia. Morris diambil dari kata more is atau bikin hidup  lebih. “Jadi kami ingin memberikan sesuatu yang lebih kepada masyarakat,” terang Olivia saat ditemui SWA Online beberapa waktu lalu di Jakarta.

Morris merupakan parfum kekinian dengan kemasannya yang apik dan ciamik. Botol kaca yang pipih tinggi memberikan kesan elegan dan mewah dengan harga yang ramah kantong. Morris juga punya sejumlah koleksi parfum untuk pria, wanita dan anak-anak. 

Sebelum meluncurkan Morris pada 2009 yang sudah berdiri dan didirikan oleh suaminya, Olivua sempat bergabung di PT Valbury , perusahaan pialang saham hingga akhirnya bergabung di APL pada 2013. Olivia dan suami memutuskan untuk memproduksi parfum buatan lokal dengan mengimpor bibit parfum dari Perancis dan Spanyol.

Target pasarnya adalah membantu masyarakat mendapatkan produk parfum terbaik dengan ketahanan lama dan harga terjangkau bagi masyarakat. “Sebelumnya saya dan suami juga buka jastip untuk beli parfum dari luar negeri. Jadi, kami tahu bagaiman aroma parfum yang wangi dan tahan lama seperti apa,” tuturnya.

Olivia mengaku sempat mengalami jatuh-bangun sebelum merek tersebut mengorbit dengan baik. Namun, dia tidak gampang menyerah. Bersama suaminya yang berperan sebagai mentornya, dia membangun usaha produk parfum ini. “Saat ini, ketika melihat parfum Morris dapat berdiri dan bisa menempati hati masyarakat Indonesia, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri buat saya sekaligus tim yang juga telah berjuang bersama,” ungkap sang pendiri ini.

Menurut Olivia, konsumen di Indonesia memiliki stigma terhadap merek lokal dalam berbagai bidang, dan beranggapan bahwa kualitas produk dari luar selalu dianggap lebih baik daripada produk dalam negeri. Maka, sejak awal dia lebih memilih memulainya dengan riset, menyusun konsep, hingga memilih bahan-bahan yang tepat, juga memastikan kejelasan produk dan kegunaan, serta menentukan tipe kulit yang cocok.Terjadi penolakan diawal peluncuran dan masyarakat tidak kenal, tetap memilih produk yang sudah ada pada waktu itu.

Pihaknya pun memberikan transparansi tentang komposisi bahan aktif yang terkandung dalam produknya. “Dengan memberikan edukasi mengenai komposisi produk, pelanggan bisa menentukan sendiri produk mana yang paling cocok dengan aroma pilihannya,” tutur perempuan lulusan S1 International Business dan Marketing, di FS Games Filipina.

Saat ini, lanjut, antusiasme masyarakat terhadap produk lokal semakin meningkat. Hal ini juga terlihat dari respons yang baik dan positif pada setiap peluncuran produk Morris. Masa pandemi, menurutnya, membuat masyarakat cenderung bisa memiliki lebih banyak waktu untuk merawat diri.

Dia menjelaskan, selain melakukan edukasi, produk-produk Morris selalu didorong oleh konsistensi dan inovasi yang sesuai dengan ragam kebutuhan kulit masyarakat Indonesia. Menurutnya, masukan dan komplain merupakan hal yang sangat penting untuk dapat terus melakukan perbaikan secara berkala ke depannya. Parfum morris sendiri sudah diekspor ke 20 negara seperti mayoritas negara Malaysia, Fiji. Kemudian Amerika, Sri Lanka, Hong Kong, Maldive, Timur Tengah, Singapura, Brunnei Darussalam dan sebagainya.

Pemasaran dan distribusi produknya dilakukan secara omnichannel, dengan mengandalkan kekuatan teknologi digital. Olivia menyadari, rekomendasi orang seperti word of mouth merupakan strategi komunikasi pemasaran yang tepat untuk membangun kepercayaan konsumen. Ada di Alfamart, Indomaret, Watson, Guardian, Dan Dan, dan lain-lain. ”Kami juga pernah beriklan di televisi. Saat ini kami sudah bekerja sama dengan 10.000 outlet dan telah memiliki 600 karyawan di seluruh Indonesia,” jelas Olivia.

APL mulanya hanya menawarkan rangkaian produk parfum, namun APL merambah bisnis skin care seperti toiletries, personal care, serta Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) yang sudah memproduksi sejumlah produk yang dikenal luas di pasar domestic dan mancanegara.

Dengan produk – produknya seperti Morris, Morris Care, Xchange, Morabito, Cressus, Andersen dan Djeng Ayu yang semuanya diproduksi sendiri oleh APL. Semua kegiatan produksi di perusahaan tersebut telah sesuai dengan persyaratan standar mutu dan keamanan. APL sudah mengantongi Sertifikat CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM RI.

Adapun produk kecantikannya, Ginza antara lain: pembersih makeup cleansing oil dengan oil transformtomilk formula, salah satu variannya yaitu Ginza Silky Barrier Care cleansing oil, merupakan cleansing oil pertama dengan Active Vegan Ceramide di Indonesia. Pembersih makeup lainnya dari Ginza Micellar Water dengan formula Vegan Micellar Water yang lembut untuk kulit tanpa merusak skin barrier kulit.

Keunggulan lain dari rangkaian produk dasar skincare series dari Ginza di antaranya Ginza brightening series dengan kandungan triple action active ingredients untuk mencerahkan. Ginza hydrating series dengan kandungan 10 jenis hyaluronicacid yang berfungsi untuk menghidrasi kulit sampai lapisan terdalam.

APL memahami bisnis kosmetika karena sudah berkecimpung lebih dari 20 tahun di industri ini. Selain bekal pengalaman yang dimiliki hal ini juga tidak terlepas dari perkembangan dan kemajuan suatu produk. Dengan berkembangnya teknologi dapat mendorong terciptanya produk-produk baru, yang membuat kitaharus lebih selektif lagi dalam memilih produk.

“Dalam menerapkan kehalalan produk, Aroma Prima Livindo juga sudah mengantongi Sertifikat Jaminan Halal (SJH) dari LPOM MUI. Artinya semua bahan, proses produksi, sumber daya manusia dan prosedur dalam rangka menjaga kesinambungan proses produksi halal sesuai dengan persyaratan. Lebih penting adalah semua produk yang beredar di pasaran pun sudah teregistrasi BPOM RI sebagai bukti komitmen dari PT Aroma Prima Livindo untuk senantiasa menjaga kualitas produk sehingga aman digunakan oleh konsumen,” jelas Olivia.

“Kami selalu berusaha menjadi sebuah brand yang terus mendengarkan kebutuhan konsumen, menemani perjalanan masyarakat untuk mencapai kulit impian,” kata Olivia. “Harapan lainnya, saya ingin produk Indo beauty mendunia karena kualitasnya yang tidak kalah bersaing dengan brand luar dan mempunyai toko flagship sendiri khusus produk-produk APL,” katanya lagi.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *