Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswa UI oleh Senior Digelar Besok

Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswa UI oleh Senior Digelar Besok

TEMPO.CO, Jakarta – Polres Depok akan melakukan rekonstruksi terhadap kasus pembunuhan mahasiswa UI oleh senior di rumah kos Apik Zire, Jalan Palakali Raya, RT. 07, RW. 05, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Depok, pada Selasa, 22 Agustus 2023.

“Ya kami akan melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswa UI besok,” kata Wakil Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Depok Ajun Komisaris Nirwan Pohan saat dikonfirmasi, Senin, 21 Agustus 2023.

Nirwan mengatakan anak buahnya menjerat tersangka dengan Pasal 340, 338, 365 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pencurian disertai kekerasan. “Tersangka atas nama Altafasalya Ardnika Basya,” katanya.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, M Arief Ubaidillah mengatakan jajarannya akan hadir untuk mengikuti dan menyaksikan rekonstruksi ini. “Beberapa jaksa peneliti akan turut hadir dalam rekonstruksi di tempat kejadian perkara,” kata Arief.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Depok telah menunjuk tiga jaksa berpengalaman, yaitu Edrus, Alfa Dera, dan Putri Dwi Astrini untuk melakukan penelitian serta mengendalikan proses penyidikan yang dilakukan penyidik Resmob Polres Depok.

Jejak Kedekatan Korban dan Pelaku Sebelum Pembunuhan

Pelaku pembunuhan mahasiswa UI, Altafasalya Ardnika Basya, 23 tahun dan korbannya, Muhammad Naufal Zidan, 19 tahun, sama-sama berstatus mahasiswa Fakultas Sastra Rusia. Tempat tinggal keduanya pun berdekatan hanya berjarak 1,4 kilometer.

Korban menyewa kos-kosan di jalan Palakali, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Bej. Sedangkan pelaku tinggal di Wisma Ladika

Rumah kontrakan Altafasalya dan tempat kos korban hanya berjarak 1,4 kilometer. Di Wisma Ladika,

Iklan

Selain tempat tinggal yang berdekatan, keduanya juga sama-sama berinvestasi kripto. Bedanya, Naufal cukup sukses dalam investasinya sementara Altafasalya tidak.

Gagal di investasi kripto membuat Altaf terlilit utang. Ia pernah meminjam uang Rp200 ribu ke korban dan sudah dikembalikan.

Wakil Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok Ajun Komisaris Nirwan Pohan mengatakan Altaf terlilit utang Rp15 juta usai rugi Rp80 juta dalam investasi kriptonya.

Nirwan menuturkan motif Altaf membunuh Naufal karena ingin menguasai hartanya. Korban, lanjut dia, menjadi sasaran pelaku karena memiliki sejumlah barang mahal.

“Tersangka iri dengan korban yang turut bermain investasi. Korban lebih berhasil makanya dianggap banyak duitnya,” ujar Nirwan di kantornya, Sabtu, 5 Agustus 2023.

Pilihan Editor: Pelaku Tak Tenang usai Membunuh Mahasiswa UI, Korban Hadir Dalam Mimpinya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *