Strategi ExxonMobil di Tengah Pertumbuhan Industri Pertambangan

Strategi ExxonMobil di Tengah Pertumbuhan Industri Pertambangan

Upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing lewat industri hilirisasi telah mempercepat transformasi sektor pertambangan di Indonesia yang saat ini mulai tumbuh pasca kontraksi akibat pandemi.

Dengan potensi pertumbuhannya, sektor pertambangan juga perlu mengatasi dampak lingkungan dan tantangan efisiensi. Hal ini menjadi peluang bagi industri pelumasan untuk meningkatkan pangsa pasar dengan menyediakan teknologi pelumasan yang unggul bagi pelaku industri. PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI), penyedia solusi pelumasan, jeli melihat peluang tersebut dengan menghadirkan berbagai teknologi pelumas canggih dan solusi layanan digital.

Syah Reza, Presiden Direktur EMLI menjelaskan bahwa tumbuhnya industri pertambangan dan hilirisasi di Indonesia turut mendongkrak kebutuhan pelumas di dalam negeri. Untuk menangkap peluang dari pertumbuhan industri, EMLI berfokus pada peningkatan pangsa pasar dengan memberikan nilai tambah bagi pelaku industri.

”Industri pelumasan itu agak unik. Dalam memberikan solusi pelumasan, kami membantu mitra bisnis dengan melakukan investigasi, risk cost analysis, rekomendasi, kemudian kita implementasikan. Oleh karena itu, selain berfokus pada kualitas produk kami juga memberikan nilai tambah kepada pelanggan kami melalui solusi pelumasan yang disesuaikan bagi masing-masing kebutuhan mitra bisnis.” katanya.

Untuk industri pertambangan, EMLI menghadirkan rangkaian pelumas unggulan antara lain gemuk lithium lengkap, Mobilgrease XHP 462 Moly, pelumas sistem hidrolis Mobil DTE 10 Excel 46, pelumas kendaraan komersil Mobil Delvac Modern 15W-40 Super Fleet dan pelumas radiator Mobil Delvac Modern Coolant Extended Life Series yang memberikan perlindungan terbaik pada sistem pendingin.

Menurutnya, pemilihan pelumas yang tepat, dapat membantu bisnis meningkatkan keselamatan operasional, memaksimalkan produktivitas, dan menjadi lebih efisien. Sebagai contoh, pada pemakaian alat berat, penggantian pelumas yang biasanya dilakukan setelah 200 – 250 jam bisa diperpanjang hingga 500 jam dengan menggunakan teknologi pelumasan dari EMLI. Hal ini menjadi salah satu komitmen EMLI untuk mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem hilirisasi yang efisien.

Reza juga menambahkan EMLI belum ada rencana untuk melakukan ekspor karena target market pelumas yang ada di Indonesia sangat besar. Di satu sisi kebutuhan di Indonesia juga tinggi. “Kami ingin fokus memberikan kontribusi terbaik dengan menyediakan produk dan teknologi pelumasan terbaik untuk pasar Indonesia. Khususnya untuk tambang, kami fokus untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mendukung upaya pemerintah menciptakan ekosistem pertambangan yang efisien,” papar Reza.

Selain solusi pelumasan berteknologi canggih, EMLI juga memberikan nilai lebih bagi konsumen dengan layanan purna jual yang komprehensif. Salah satunya adalah melalui layanan Mobil Serv Grease Analysis service, sebuah program yang telah dikembangkan untuk memberikan pemantauan dan analisis oli yang tepat, membantu bisnis dalam mencapai efisiensi yang lebih baik. 

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *