Wartawan Diserang saat Liput Diskusi tentang Golkar, Dewan Pers Dampingi Pelaporan ke Polisi

Wartawan Diserang saat Liput Diskusi tentang Golkar, Dewan Pers Dampingi Pelaporan ke Polisi

TEMPO.CO, Jakarta – Tim Satgas Anti kekerasan Dewan Pers mendampingi perwakilan wartawan sebuah media untuk melaporkan dugaan menghalangi liputan diskusi tentang Golkar ke Polda Metro Jaya.

“Kami melaporkan kasus kekerasan terhadap jurnalis saat meliput sebuah diskusi Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) dua hari yang lalu. Di sana korban, dalam hal ini reporter CNN Indonesia, saat liputan dihalangi, ” kata Anggota Tim Satgas Anti Kekerasan Dewan Pers Erick Tanjung saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat, 28 Juli 2023 dikutip dari Antara.

Erick menjelaskan wartawan berinisial DV, 25 tahun, dihalangi dengan cara telepon seluler miliknya dirampas lalu dibanting. “Yang dialami korban dari reporter CNN, penghalangan dan perampasan itu saja, tidak sampai fisik,” katanya.

Kemudian, saat terjadi kericuhan di lokasi acara tersebut, sejumlah jurnalis lain mengalami hal tidak menyenangkan seperti pelemparan kursi.

Erick bersama perwakilan dari media tersebut membawa sejumlah bukti seperti rekaman video dan foto saat terjadinya penghalangan itu dan juga pihaknya telah menyiapkan saksi-saksi lain.

Erick mengimbau kepada pemerintah, kelompok masyarakat, dan ormas untuk menghormati kebebasan pers. “Kalau ada yang tidak senang, tidak terima liputan oleh jurnalis, silakan ditempuh dengan cara-cara yang bermartabat, sesuai dengan UU 40/1999 tentang Pers yaitu, melakukan hak jawab atau melaporkan ke Dewan Pers,” ucapnya.

Sementara itu, Senior Rights and Clearances Specialist CNNIndonesia, Idaman Putri Erwin, mengatakan pihaknya terus mengawal kasus ini.

“Semoga ini tidak menjadi preseden untuk kerja-kerja jurnalistik, bahwa pekerjaan teman jurnalis ini ada perlindungannya dan jelas dalam UU Pers,” ujar dia.

Iklan

Laporan teregister dengan nomor LP/B/4384/VII/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 28 Juli 2023.

Dalam hal ini, Pasal yang dilaporkan yakni Pasal 18 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan atau Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Laporan ini adalah laporan kedua yang diterima Polda Metro Jaya, setelah sebelumnya kamerawan dari salah media elektronik melaporkan kasus serupa pada Rabu.

Sebelumnya, terjadi kericuhan dalam diskusi organisasi sayap Partai Golkar di salah satu restoran di Senayan, Jakarta, Rabu, karena didatangi sekelompok orang yang meminta diskusi dihentikan.

Kelompok tersebut kemudian meminta para awak media yang sedang merekam diskusi untuk berhenti bekerja dan bahkan salah satu kamerawan TV nasional dipukul.

Pilihan Editor: Polda Metro Terima Laporan Dugaan Penganiayaan Jurnalis di Acara Diskusi soal Golkar



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *